Sustainability Reporting Award (SRA) 2014

Dari hanya 1 perusahaan yang membuat laporan keberlanjutan di tahun 2005, kini setelah satu dasawarsa, Indonesia menjadi negara terdepan dan terbanyak di kawasan ini dengan 60 perusahaan yang telah membuat Laporan Keberlanjutan atau laporan CSR sampai dengan tahun 2014 ini.

Jakarta, 10 Desember 2014.  National Center for Sustainability Reporting (NCSR) menggelar  acara malam penganugerahan “Sustainability Reporting Award (SRA)” di Hotel Mulia pada hari ini. Acara yang diselenggarakan untuk tahun ke-10 ini, memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan. Tahun ini, ajang lomba SRA 2014 diikuti oleh 35 perusahaan dan  PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk  berhasil menjadi juara umum dalam ajang ini dengan meraih nilai tertinggi sehingga berhak memperoleh predikat Best Sustainability Report 2013 Overall”.

Penganugerahan award SRA tahun ini bertepatan pula dengan Ulang Tahun NCSR yang ke 10. NCSR adalah organisasi independen yang mempromosikan dan mengembangkan sistem laporan keberlanjutan di Indonesia melalui training yang diakreditasi oleh Global Reporting Initiative (GRI) yang berpusat di Amsterdam Belanda. Mulai tahun ini, GRI memperluas lisensi NCSR untuk menyelengarakan training laporan keberlanjutan sampai ke Vietnam, Singapura dan Filipina. Dengan demikian NCSR kini memiliki lisensi untuk menyelenggarakan training laporan keberlanjutan di kawasan Asean.

Menurut Ali Darwin, Laporan Keberlanjutan memuat kinerja perusahaan dalam tiga aspek yaitu Ekonomi, Lingkungan dan Sosial. Kemudian Ali menambahkan bahwa Laporan ini dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti;  Apakah perusahaan telah melakukan efisiensi dan konservasi energi?, Apakah pengelolaan limbah telah dilakukan dengan benar?, Upaya apa yang telah dilakukan untuk menekan emisi gas rumah kaca yang menjadi biang keladi terjadinya global warming itu. Apakah perusahaan telah menghormati hak-hak karyawan? Apa yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar daerah operasi perusahan? Apakah sudah sudah dipasang pagar-pagar yang kuat untuk mencegah terjadinya korupsi? Tindakan apa yang sudah dilakukan jika terjadi tindak pidana korupsi? “Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang bisa dijawab melalui laporan ini”  jelasnya.

Penyelenggaraan award yang dilaksanakan setiap tahun ini, yang dimulai sejak tahun 2005,  telah meningkatkan kesadaran dunia usaha akan arti penting laporan keberlanjutan sebagai media untuk menunjukan level transparansi dan akuntabilitas suatu organisasi..   Ketua Tim Juri SRA 2014, Sarwono Kusumaatmadja mengatakan “Kami sangat gembira karena minat perusahaan untuk membuat laporan keberlanjutan semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan malah pembuatan laporan keberlanjutan sudah meluas sampai pada instansi pemerintah seperti SKK Migas, dan LSM seperti LPMAK dari Papua.

Sarwono Kusamaatmadja yang mantan Menteri Lingkungan Hidup itu menambahkan; “Jika tahun 2005 tercatat hanya satu perusahaan yang membuat laporan keberlanjutan, maka tahun 2014 ini jumlahnya sudah mencapai 60 perusahaan yang sudah membuat laporan keberlanjutan.”  Namun, katanya lagi “kita jangan merasa puas dulu, sebab baru-baru ini Bursa Efek Singapura telah mengaluarkan aturan yang mewajibkan anggota bursa menerbitkan laporan keberlanjutan. Diperkirakan dalam tiga tahun ke depan, laporan keberlanjutan dari Singapura akan jauh lebih banyak daripada Indonesia, kecuali jika OJK mengeluarkan aturan yang sama seperti Bursa Efek Singapura itu”

Pada tahun ini, SRA dibagi dalam 5 kategori, yaitu (1) mineral dan batubara, (2) energy, minyak & gas, (3) manufaktur, (4) infra-struktur, dan (5) jasa keuangan. Disamping itu NCSR juga memberikan award kepada perusahaan yang melaporkan CSR dalam laporan tahunan.

Menurut Djoko Saputro, Direktur PT PGN (Persero) Tbk yang tahun ini berhasil menyabet penghargaan “Best Overall  SRA 2014”, bahwa kemenangan yang diperoleh dalam ajang SRA 2014 menjadi hadiah tutup buku yang membahagiakan. “Terutama bagi teman-teman insan PGN yang telah bekerja keras menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas” kata Djoko.

Best Sustainability Report 2013 untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut; PT Kaltim Prima Coal (Mineral dan Batubara), PT PGN (Energi, Minyak dan Gas). PT Semen Indonesia (Manufaktur),  PT Telkom Tbk (Infra struktur), dan PT Bank BNI Tbk. (Jasa Keuangan.)

Disamping itu NCSR juga memberikan penghargaan kepada beberapa organisasi yang memiliki keunikan dalam laporannya, yaitu  SKK Migas (The most impressive government institution report), LPMAK (The most impressive NGO reporting), Asian Pulp and Paper (The most impressive sustainability strategy reporting), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk  (The most impressive clean development mechanism reporting).

Dalam SRA 2014, juri juga menilai penyajian kinerja lingkungan dan sosial  yang terintegrasi dengan kinerja finansial dalam laporan tahunan (annual report), yang dimenangkan oleh PT Timah Tbk dengan meraih penghargaan “Best CSR Report in Annual Report 2013”

Selain dari penghargaan yang disebut diatas, SRA 2014 juga memberi apresiasi kepada 8 perusahaan pendatang baru atau tahun pertama membuat laporan keberlanjutan (“Commendation for First Years Report”. Tahun ini yang mendapat penghargaan itu adalah  PT Indo Tambang Raya Mineral Tbk, PT Pupuk Kaltim (Persero), PT Len Industri (persero), PT Patra Jasa, PT Bank BII, PT Biofarma (Persero), LPMAK (LSM Papua), dan SKK Migas.  Best sustainability report 2013 di kelompok pendatang baru ini adalah PT Indo Tambang Raya Mineral Tbk

Tentang NCSR

National Center for Sustainability Reporting (NCSR) adalah organisasi non-profit yang didirikan pada tahun 2005 oleh lima organisasi terkemuka, yaitu Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI), Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) serta Indonesian-Netherlands Association (INA). NCSR bertujuan untuk mendorong dan mempromosikan penggunaan laporan keberlanjutan oleh perusahan-perusahan di Indonesia. Melalui laporan ini, perusahaan menunjukan akuntabilitas dan transparansinya dalam pelaksanaan tanggungjawab sosial dan lingkungan, berdasarkan rerangka pelaporan yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI).

GRI berpusat di Belanda dan merupakan organisasi independen yang menyiapkan pedoman laporan keberlanjutan. Pedoman ini sudah diakui secara internasional dan banyak digunakan di berbagai negara. Sejak tahun 2006, NCSR telah menjadi anggota pemangku kepentingan GRI dan ditunjuk oleh GRI sebagai partner pelatihan laporan keberlanjutan untuk wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

Devi Samalanga
Secretary Executive
National Center for Sustainability Reporting
Office:(62 21) 290 48763 Mobile: 0813 804 7007 E-mail:projects@ncsr-id.org